Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kemuning

Cerpen: Ellen Febry

Apakah matahari selalu bersinar karena titah Tuhannya? Apakah hujan selalu turun karena Tuhan mengguyurkannya dari langit? Apakah angin selalu bertiup karena nafas Tuhan yang menghembus ke bumi? Tidakkah mungkin matahari bersinar karena ketidakkuasaannya menanggung panas yang membakar dirinya, sehingga ia membaginya pada bumi? Dan hujan yang turun dari langit karena kerinduannya bertemu air sungai? Atau angin yang bertiup karena sepi membuatnya ingin mencumbu dedaunan?
Apakah kematian itu? Ia selalu tidak nyaman jika aku bertanya tentang kematian.
“Bukan untuk dibincangkan” katanya.
“Tapi suatu saat kita pasti mati” sanggahku.
“Sudahlah. Sebaiknya lekas kau habiskan makananmu dan cepat berkemas. Kita harus segera menuju bandara. Kau tidak ingin ketinggalan pesawat bukan?”
Selalu. Ia pasti mengalihkan pembicaraan jika kutanya tentang kematian. Apakah kematian memang tak pantas dijadikan obrolan meja makan? Apakah kematian selalu membuat orang ketakutan sehingga tak mau meskipun hanya sekedar memperbincangkan?
“Kenapa kau selalu bertanya tentang kematian?” tanyanya suatu ketika.
“Karena belum ada satu orangpun yang kutanya memberiku jawaban” jawabku.
“Apa kau pernah bertanya kepada orang yang sudah merasakannya?”
“Itu mustahil. Mana ada orang mati bisa bicara?”
Ia tersenyum. “Jadi apa kesimpulannya?”
Aku terdiam. Dan ia selalu bisa memberiku jawaban cerdas lewat sebuah pertanyaan.
***

Jejak Sang Merpati Putih

Cerpen: Fakhrul Islam

Aku adalah Sang Merpati putih, Aku beranugerahkan cengkeraman jantan yang kekar, sayap putihku mengajak terbang bebas mencari kesegaran alam di atas ufuk, mendeteksi khabar yang sedang bergelombang, Aku kembali ke sarang dengan membawa sekeranjang data-data yang menceritakan fenomena jagat ini.

Aku berharap ini bukan hayalan mimpi! Aku terbang berkelana ke negeri yang konon berbaju hijau “Negeri Hijau”, tak tahu apa alasannya, namun aku menyukai warna itu, hijau menandakan kesuburan, hijau memberikan pencerahan, Ah! Omong kosong, akankah seperti itu?!

Saat ini aku berada di tengah kegersangan alam, gurun pasir yang mengelilingi jalur perjalananku, berbekal sedikit keuletan akhirnya aku sampai di pos terakhirku, pos yang ramai dengan kerumunan para Pelajar, pos yang dihiasi dedaunan hijau menawan, itulah sanggar ilmu di Libya “Kuliah Dakwah Islamiyah”.

Kebaradaanku di sanggar ini semoga menjadi coretan sejarah yang akan mengajariku bagaimana seharusnya aku hidup di kota ini. Aku berniat mencari jejak sejarah untuk beberapa hari ini, bertanya kepada setiap kaki yang melangkah, mencuri obrolan-obrolan orang tentang Libya sampai aku mendapatkan Kunci yang bisa membuka jalan hidupku di Negeri Hijau ini,,
Copyright © 2010 Forum Antar Peradaban All rights reserved.
Wp Theme by Templatesnext . Blogger Template by Anshul